Pengenalan SQL


SQL (dibaca sequel) merupakan kependekan dari Structured Query Language yaitu bahasa yang dirancang khusus untuk komunikasi dengan database. Tidak seperti bahasa-bahasa lainnya (seperti bahasa C, basic, pascal atau bahasa pemprograman yang lain) Bahasa SQL sengaja dirancang untuk melakukan hal secara sederhana dan efisien untuk membaca dan menulis data dari suatu database.

Membuat Database

Untuk membuat database baru dalam SQL menggunakan perintah :

CREATE DATABASE nama_database;

Sebagai contoh anda ingin membuat database pelanggan, perintahnya adalah sebagai berikut :

CREATE DATABASE pelanggan;

Menghapus Database

Untuk menghapus database yang telah dibuat menggunakan perintah :

DROP DATABASE nama_database;

Misalkan Anda ingin menghapus database pelanggan yang sebelumnya telah dibuat, perintahnya adalah sebagai berikut :

DROP DATABASE pelanggan;

Manggunakan Database

Untuk mengaktifkan database yang telah dibuat, digunakan perintah USE diikuti dengan nama database, perhatikan contoh berikut :

USE pelanggan;

Membuat Tabel

Setelah database dibuat, beberapa tabel dapat dibuat dalam database tersebut, untuk menyimpan data-data dalam database. Perintah yang digunakan untuk membuat table adalah CREATE TABLE, dilanjutkan dengan nama tabel dan kolom (field) yang ingin dibuat dalam tabel tersebut. Perintahnya adalah sebagai berikut:

CREATE TABLE nama_table(
nama_field1 TIPE [NULL] [KEY] [DEFAULT] [EKSTRA],
nama_field2 TIPE [NULL] [KEY] [DEFAULT] [EKSTRA],
.......
nama_fieldn TIPE [NULL] [KEY] [DEFAULT] [EKSTRA]
);

Dalam menentukan field-field yang ingin dibuat, Anda harus menentukan tipe data yang ingin digunakan, apakah berupa string, date, numerik, atau yang lainnya. Selanjutnya nilai NULL, KEY, DEFAULT, dan EKSTRA adalah bersifat optional.

TIPE : menentukan tipe data yang ingin digunakan, harus di sebutkan.

NULL : apakah mengijinkan nilai NULL (kosong) pada field tersebut, berikan NULL bila mengijinkan nilai NULL, dan berikan NOT NULL bila tidak mengijinkan.

KEY : apakah ingin memberikan key pada field tersebut, misalkan primary key. Penggunaan key sangat berguna saat melakukan pencarian data atau melakukan update.

DEFAULT : memberikan nilai default, bila field tersebut tidak di isi.

EKSTRA : memasukkan nilai ekstra, misalkan auto_increment yang akan menaikkan satu angka pada record field tersebut.

Misalkan anda ingin membuat table data_pelanggan dengan field-fieldnya sebagai berikut :

Contoh membuat tabel

Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :

CREATE TABLE data_pelanggan(
no_id int(5) unsigned NOT NULL PRIMARY KEY AUTO_INCREMENT,
nama varchar(50) NOT NULL DEFAULT '',
alamat text
);

Melihat Tabel yang Sudah Dibuat

Untuk mengetahui tabel apa saja yang sudah dibuat dalam suatu database menggunakan peritah:

SHOW TABLES;

Melihat Struktur Table

Untuk mengetahui struktur yang dimiliki suatu tabel, digunakan perintah DESCRIBE atau DESC. Misalkan ingin melihat struktur tabel data_pelanggan digunakan perintah.

DESC data_pelanggan;

Menghapus Tabel

Untuk menghapus tabel yang sudah tidak digunakan lagi penggunakan perintah DROP, perhatikan contoh berikut :

DROP TABLE data_pelanggan;

Mengubah Struktur Tabel

Tabel yang telah dibuat, suatu saat ingin diubah strukturnya dengan struktur yang lain, mungkin karena kesalahan atau sebab yang lainnya. Untuk mengubah struktur tabel tersebut, menggunakan perintah ALTER TABLE. Penulisannya sebagai berikut:

ALTER TABLE nama_table ADD [field/kolom] perintah;
ALTER TABLE nama_table ADD INDEX [nama] (field, ...);
ALTER TABLE nama_table ADD UNIQUE [nama] (field, ...);
ALTER TABLE nama_table ALTER field SET DEFAULT nilai;
ALTER TABLE nama_table ALTER field DROP DEFAULT;
ALTER TABLE nama_table CHANGE field perintah;
ALTER TABLE nama_table DROP field;
ALTER TABLE nama_table DROP FORIGN KEY sintak;
ALTER TABLE nama_table DROP INDEX sintak;
ALTER TABLE nama_table DROP PRIMARY KEY;
ALTER TABLE nama_table MODIFY [field] perintah;
ALTER TABLE nama_table RENAME nama_tabel_baru;

Memasukkan Data

Setelah tabel beserta kolom atau yang disebut field dibuat, selanjutnya adalah memasukkan data ke dalam tabel tersebut. Perintah yang digunakan adalah INSERT INTO, secara lengkap sintaksnya sebagai berikut :

INSERT INTO nama_tabel (field_1, field_1, ... field_n) VALUES (data_1, data_2, .., data_n);
Catatan:
field_n adalah nama kolom atau field yang ada dalam tabel
data_n adalah data yang ingin dimasukkan pada kolom tersebut.

Selain penulisan di atas, anda juga bisa langsung menuliskan data yang ingin dimasukkan tanpa menyebutkan fieldnya, syaratnya anda tahu struktur dan urutan field tabel tersebut.

INSERT INTO nama_tabel VALUES (data_1, data_2, ..., data_n)

Misalkan anda ingin memasukkan data-data berikut dalam tabel data_pelanggan :

data 1
no_id : 1
Nama : Riyanti
Alamat : Jakarta
data 2
no_id : 2
Nama : Yuli
Alamat : Bekasi
data 3
no_id : 3
Nama : Ikhsan
Alamat : Medan

Perintah SQL yang digunakan untuk memasukkan data-data di atas adalah :

INSERT INTO data_pelanggan VALUES (1, 'Riyanti', 'Jakarta');
INSERT INTO data_pelanggan (nama, alamat) VALUES ('Yuli', 'Bekasi');
INSERT INTO data_pelanggan (nama, alamat) VALUES ('Ikhsan', 'Medan');
Catatan : untuk data string data selalu diapit oleh "" atau ''.

Mengambil Data

Untuk mengambil data dari tabel digunakan perintah SELECT. Sintaksnya sebagai berikut :

SELECT field_1, field_2 ... field_n FROM nama_tabel [WHERE kondisi] [ORDER BY kolom asc | desc] [LIMIT batasan];

Atau untuk menampilkan seluruh data yang ada dalam tabel menggunakan simbol *. Perintahnya sebagai berikut :

SELECT * FROM nama_tabel [WHERE kondisi] [ORDER BY kolom asc | desc] [LIMIT batasan];

Perhatikan contoh berikut :

SELECT * FROM data_pelanggan;
SELECT no_id, nama FROM data_pelanggan;
SELECT no_id, nama FROM data_pelanggan WHERE no_id=3;

Mengubah data

Apabila terdapat kesalahan saat memasukkan data, atau ingin melakukan perubahan data yang telah ada, digunakan perintah UPDATE, sintak penulisannya adalah sebagai berikut :

UPDATE nama_tabel SET field_1=data_1_baru, field_2=data_2_baru, ..., field_n=data_n_baru [WHERE kondisi];

Untuk mencari data yang ingin di-update sebaiknya gunakan kondisi yang mencirikan baris data yang ingin diganti. Di sinilah primary key berperan. Sebagai contoh misalkan anda ingin mengubah data dengan no_id (field primary key) adalah 1, datanya yang diubah :

Nama : Riyanti Andini
Alamat : Bogor

Maka sintaksnya sebagai berikut :

UPDATE data_pelanggan SET nama="Riyanti Andini", alamat="Bogor" WHERE no_id=1;

Menghapus Data

Data yang sudah tidak terpakai, atau ingin dibuang bisa dihapus dengan menggunakan perintah DELETE. Sintaksnya adalah sebagai berikut :

DELETE FROM nama_tabel [WHERE kondisi];

Jika Anda ingin menghapus seluruh isi tabel, tidak perlu menggunakan kondisi, namun jika hanya baris tertentu yang ingin dihapus, masukkan kondisi baris yang ingin dihapus.

Sebagai contoh Anda ingin menghapus seluruh isi tabel data_pelanggan, perintahnya sebagai berikut :

DELETE * FROM data_pelanggan;

Namun jika anda hanya ingin menghapus data dengan no_id=2, perhatikan perintah dibawah ini :

DELETE * FROM data_pelanggan WHERE no_id=2;
Pos ini dipublikasikan di database, Pemrograman dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s